Copyright © artikel sederhana
Design by Dzignine
Rabu, 05 Desember 2012

Tak Cuma PSK & Pecandu Narkoba Suntik, Orang-orang Ini Wajib Tes HIV


    Jakarta, Selama ini biasanya pekerja seks komersil (PSK) dan pecandu narkoba suntik yang disorot untuk melakukan tes HIV. Tapi selain itu ada pula kelompok lain yang sebaiknya juga turut melakukan tes HIV."Karena sekarang ini HIV masuk ke dalam segala kelompok, bukan hanya yang berisiko tinggi tapi juga bisa ke bayi dan ibu rumah tangga," ujar Prof DR dr Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP saat dihubungi detikHealthdan ditulis, Kamis (6/12/2012).



Prof Samsuridjal menuturkan prinsipnya tes untuk HIV tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu saja, tapi diharapkan setiap orang minimal 1 kali melakukan tes HIV dan jangan takut.



Meski begitu Prof Samsuridjal menyarankan untuk orang-orang tertentu sebaiknya melakukan tes HIV, yaitu:
1. Orang yang pernah menggunakan narkoba suntik
2. Teman dari orang yang menggunakan narkoba suntik
3. Pasangan dari orang yang HIV positif
4. Orang yang pernah terkena infeksi menular seksual
5. Ibu hamil, ini penting sekali karena kalau positif, bayinya juga bisa positif HIV
6. Orang yang sakit lama seperti demam atau diare yang tidak sembuh
7. Pekerja seks laki-laki maupun perempuan
8. Waria pekerja seks
9. Kaum gay atau LSL (lelaki seks lelaki)
10. Pasangan tetap dari pelanggan pekerja seks komersial



    Salah satu tes HIV yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah melalui VCT (Voluntary counseling and testing). VCT adalah pemeriksaan tes HIV yang mana klien datang secara sukarela. Dalam layanan VCT ini mencakup konseling sebelum tes (pre-test), melakukan tes HIV dan konseling post-test. Semua kegiatan tes dan hasilnya, termasuk percakapan antara konselor dan klien harus dijalankan atas dasar prinsip kesukarelaan dan juga rahasia.



    "Sekarang tes HIV sudah dipermudah, boleh konseling terlebih dahulu atau langsung tes. Tidak perlu puasa, hanya saja kalau tes hasilnya bisa negatif atau positif, tapi yang diharapkan hasilnya negatif. Jangan takut kalau tes jadi positif," ungkap Prof Samsuridjal. Namun jika sudah selesai tes, Prof Samsuridjal menyarankan untuk melakukan konseling dan sebaiknya tidak membaca hasil tes sendiri, karena ada hasil-hasil tes tidak bisa ditafsirkan sendiri.

"Syukur-syukur hasilnya negatif, kalau pun positif bisa langsung segera diobati agar tidak sampai menimbulkan infeksi opportunitis," ujar Prof Samsuridjal yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia.



    Prof Samsuridjal mengatakan pengobatan HIV saat ini sudah bagus sekali, jika obat diminum dengan teratur dan komit maka orang dengan HIV/AIDS tetap bisa produktif dan juga bekerja.

Saat ini jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan tes HIV ini sudah mengalami peningkatan meski belum signifikan. Ditargetkan tahun depan ada 5 juta masyarakat Indonesia yang melakukan tes HIV.

Tes HIV ini sendiri sudah bisa dilakukan di banyak tempat seperti rumah sakit atau pun laboratorium swasta. Harganya sekitar Rp 120.000, tapi terkadang pemerintah memberikan bantuan sehingga harganya lebih murah atau kadang gratis.

0 komentar:

Poskan Komentar

Semangat untuk Belajar dan Terus Berdoa

Semangat untuk Belajar dan Terus Berdoa