Copyright © artikel sederhana
Design by Dzignine
Tampilkan postingan dengan label Health Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health Article. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Desember 2012

Bakar Lemak di Tubuh Lebih Banyak dengan Berjalan Mundur

Jakarta, Jika Anda telah berusaha keras membakar lemak dengan cara berolahraga tetapi tidak ada hasilnya juga, cobalah untuk melakukan perubahan kecil dalam olahraga seperti berjalan mundur. Berjalan mundur dapat menjadi alternatif latihan karena mampu membakar kalori hingga 2 kali lipat.

Berjalan mundur menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, misalnya membantu seseorang memulihkan diri dari cedera umum, mengembalikan keseimbangan, dan juga membakar kalori hingga 2 kali lipat dibanding berjalan maju.

Para peneliti telah melakukan sebuah studi terhadap sekelompok pelari dan menemukan bahwa ketika seseorang berlari ke depan, kaki bagian belakang akan menghentak tanah dan saat kaki diangkat dari tanah, tumpuan beban tubuh berguling ke bola kaki.

Di sisi lain, ketika seseorang berjalan mundur akan timbul efek sebaliknya, kaki bagian depan yang menghentak tanah dan seterusnya. Hal ini berarti otot yang digunakan untuk berjalan maju dan mundur berbeda. Berjalan mundur membutuhkan energi 30 persen lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk berjalan maju. 

Berjalan mundur juga bagus untuk orang yang bermasalah dengan lututnya, karena dapat mengurangi beban pada lutut yang selama ini selalu menjadi tumpuan. Hal ini juga dapat membakar kalori dua kali lipat dibandingkan dengan berjalan maju pada kecepatan yang sama, seperti dilansir Medical Daily, Sabtu (22/12/2012).

Satu studi menemukan bahwa perempuan yang berlari-lari dengan arah mundur selama 15 sampai 45 menit sebanyak 3 kali seminggu selama 6 minggu akan kehilangan 2,5 persen dari berat badannya. 

Berjalan mundur juga dapat membantu meningkatkan keseimbangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa berjalan mundur dapat membantu pasien penyakit Parkinson mendapatkan keseimbangannya kembali.

Namun, berjalan mundur juga memiliki kekurangan karena dapat menyebabkan kelelahan otot. Sehingga para ahli menyarankan untuk melakukan latihan ini secara bertahap ke dalam latihan rutin Anda. Sehingga Anda dapat melakukan latihan berjalan maju dan mundur secara bergantian.

Tak Ada yang Kuat Gendong Saat Jatuh, Motivasi Hilangkan Berat Badan 95 Kg


    

                                 
       









     Before                                                                                                                          After      

    Jakarta, Jennifer Hodges (41 tahun) mengakui dirinya kecanduan makanan cepat saji dan olahan, serta memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Kondisi ini tentu saja membuat bobot tubuhnya meningkat hingga 166 kg dengan tinggi badan 172 cm. Penyebab banyak makan yang dialami oleh Jennifer ini karena ia terbiasa sejak kecil ditinggal oleh orang tuanya yang bekerja serta kurangnya teman, sehingga ia mengatasi kesepian dan bosannya dengan makanan. Tak jarang Jennifer seringkali merasa orang-orang di sekitarnya membicarakan ia ketika tengah berbelanja makanan, atau ketika ia mengajak anak-anaknya keluar untuk makan. Namun semua itu berubah ketika ia terjatuh di halaman belakang dan tidak bisa bangun sendiri. Ketiga anaknya harus berlari ke rumah memanggil suaminya, dan ia pun digulung dengan selimut untuk bisa diseret ke dalam rumah. Momen itu seperti menjadi titik balik bagi hidupnya. Jennifer tahu bahwa ia harus mengubah gaya hidupnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga demi seluruh keluarganya.


      Jennifer pun mendaftarkan diri ke pusat kebugaran. Secara perlahan ia mulai rutin melakukan olahraga dan setelah 3 bulan ia memberanikan diri masuk kelas kebugaran Body Step. Ia pun menceritakan tujuan dan keterbatasannya pada sang pelatih sehingga bisa diberikan pilihan gerakan yang tidak terlalu sulit. Setelah 3 bulan, ia merasa lebih percaya diri dengan tubuhnya dan berat badannya mulai berkurang. Hal ini semakin memotivasinya untuk terus berlatih, ia pun menambahkan latihan kardio dan kekuatan, serta bodycombat dan RPM.

      Grup kebugaran yang diikutinya telah mengubah hidup Jennifer, bahkan ia pun kini juga turut memotivasi dan menghibur teman-teman kelompoknya yang memiliki tubuh besar. Selain berolahraga, Jennifer pun mengubah pola makannya. Ia tidak lagi mengonsumsi makanan cepat saji, namun mulai mencoba belajar memasak dan membuat makanan sendiri, seperti omelet putih telur dengan bayam, jamur, paprika dan tomat untuk sarapan.

     Sedangkan makan siangnya diisi dengan protein tanpa lemak dan sayuran, makan malam pasta gandum, beras merah dengan protein. Serta camilannya pun berganti menjadi segala macam buah seperti apel, pisang dan mangga atau yoghurt beku. Semua usaha yang dilakukan oleh Jennifer ini tidaklah sia-sia. Hidupnya kini benar-benar berubah, ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 95,35 kg. Kini bobot tubuhnya menjadi 70,65 dan ia jauh terlihat lebih ramping dan bugar dengan bentuk tubuhnya yang baru.

Sumber : HuffingtonPost

Dunia Pernah Hampir Kiamat Cuma Gara-gara Bakteri

Jakarta, Habisnya penanggalan suku Maya yang jatuh pada hari ini terbukti bukanlah akhir zaman atau kiamat. Tidak ada hujan meteor atau letusan gunung berapi maha dahsyat yang terjadi. Namun tahukah Anda bahwa kiamat pernah hampir terjadi berjuta-juta tahun lalu? Bukan karena bencana alam, tapi karena serangan mikroba.

     Sekitar 251 juta tahun yang lalu, 90 persen dari spesies bumi punah. Kepunahan massal atau disebut 'Great Dying' ini membunuh 96 persen hewan laut dan 70 persen hewan darat. Bahkan bumi membutuhkan waktu 10 juta tahun untuk mengembalikan keanekaragaman hayati yang telah musnah.

     Para ilmuwan memiliki beberapa teori untuk menjelaskan hal ini. Ada yang menyebutkan penyebabnya adalah meteor yang menghantam bumi. Sebagian besar peneliti percaya bahwa kiamat tersebut diakibatkan letusan serangkaian gunung berapi di wilayah Siberia yang meningkatkan gas rumah kaca dan akhirnya membunuh banyak spesies bumi. Namun Daniel Rothman dari Massachusetts Institute of Technology memiliki penjelasan yang berbeda. Dalam makalahnya yang dipresentasikan pada pertemuan American Geophysical Union, ia percaya bahwa kepunahan massal disebabkan oleh sesuatu yang jauh lebih kecil, yaitu satu jenis bakteri.

     Rothman menganalisis sampel sedimen dari akhir era Permian yang diperoleh di Cina. Dia menemukan bahwa kenaikan kadar karbon yang terjadi terlalu tajam jika hanya disebabkan oleh peristiwa geologi seperti letusan gunung berapi. Dia berpendapat bahwa penyebab naiknya kadar karbon tersebut adalah bakteri. Bakteri tersebut bernama Methanosarcina, yaitu jenis mikroba yang hidup di laut dan menghasilkan sebagian besar gas metana di dunia hingga saat ini. Seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat (21/12/2012), Rothman menemukan bahwa Methanosarcina sudah memiliki kemampuan menghasilkan metana sejak 231 juta tahun lalu.

     Untuk menghasilkan metana dengan cepat, mathanosarcina membutuhkan nikel. Kadar nikel ditemukan melonjak hampir 251 juta tahun yang lalu. Diduga penyebabnya karena muntahan lava dari gunung berapi Siberia. Jadi secara langsung, methanosarcina lah yang sebenarnya bertanggung jawab memproduksi metana yang memusnahkan sebagian besar spesies bumi. Walau demikian, banyak ahli yang tidak setuju dengan teori ini, salah satunya adalah Anthony Cohen dari United Kingdom's Open University. Menurut Cohen, teori tersebut membutuhkan banyak asumsi. Dia juga mempertanyakan bagaimana caranya lava dapat masuk ke lautan di seluruh dunia.

sumber :http://health.detik.com/read/2012/12/21/145451/2124644/763/hii-dunia-pernah-hampir-kiamat-cuma-gara-gara-bakteri?l992205755
Rabu, 19 Desember 2012

Studi: Tes IQ Tidak Akurat untuk Menilai Kecerdasan

Jakarta, Tes IQ telah dikenal selama bertahun-tahun. Banyak orang percaya bahwa tes ini dapat mengukur kecerdasan orang dengan tepat, namun ada juga yang berpendapat hasilnya belum tentu akurat. Sebuah penelitian baru-baru mendukung pendapat kedua yang menyatakan tes IQ bisa keliru.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuronini menegaskan bahwa tes IQ bukanlah prediktor kecerdasan yang akurat. Bahkan, menurut para peneliti, tidak ada satu pun tes yang telah disusun saat ini dapat memberikan penilaian tepat atas semua jenis kecerdasan.

Para peneliti memberikan 12 jenis tes kognitif untuk mengukur berbagai jenis kecerdasan. Secara garis besar tes yang diberikan mencakup tes daya ingat, penalaran, kemampuan memperhatikan dan perencanaan. Pertanyaan mengenai latar belakang dan gaya hidup peserta juga disertakan.

Dalam penelitian ini, digunakan metode survei yang dapat diakses oleh semua orang di dunia. Awalnya para peneliti mengira hanya akan mendapat respons dari sekitar 100 orang saja. Tapi ternyata ada sekitar 100.000 orang yang ikut serta dari berbagai usia dan budaya.

Seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (20/12/2012), hasilnya menemukan bahwa tidak ada satu pun tes yang dapat mendeskripsikan segala jenis kecerdasan. Perbedaan hasil tes sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya memori jangka pendek dan penalaran.

Para peneliti lalu berupaya memetakan cara kerja otak saat mengolah kemampuan kognitif menggunakan scan otak fMRI. Ternyata memang benar, gaya hidup dan latar belakang peserta ikut mempengaruhi perbedaan hasil tes.

Misalnya, latihan otak tidak banyak membantu mempertahankan kecerdasan, penuaan menurunkan daya ingat dan kemampuan penalaran, orang yang menderita kecemasan memiliki memori jangka pendek yang buruk, perokok mendapat memiliki memori jangka pendek dan kemampuan verbal yang buruk.

Di sisi lain, orang yang rutin bermain video game ternyata memiliki memori jangka pendek dan penalaran yang baik dibanding kebanyakan orang. Setelah mengetahui hasil tes IQ amat dipengaruhi banyak faktor, para peneliti ingin melanjutkan penelitiannya dengan tes versi baru untuk melihat variasi kemampuan kognitif.


Senin, 17 Desember 2012

7 Mitos & Fakta Obat Pemicu Kehamilan

Jika kehamilan secara alami tidak diperoleh, obat-obat pemicu kehamilan biasanya digunakan untuk memperbaiki lingkungan di sekitar ovarium agar ovulasi terjadi. Terkait obat-obatan pemicu kehamilan ada mitos dan fakta yang perlu Anda ketahui.

Berikut ini beberapa mitos dan fakta obat pemicu kehamilan seperti dikutip dari buku 'Making A Baby' karya Debra Fulghum Bruce, Ph.D, Samuel Thatcher, M.D. Ph.D, dan Britt Berg, M.S:

1. Menimbulkan Kanker

Mitos: Obat-obatan kesuburan berisiko karena memiliki efek samping dapat menimbulkan kanker.

Fakta: Kanker ovarium relatif umum terjadi. Dan pada kenyataannya beberapa wanita bisa mengembangkan kanker ovarium kendati dirinya tidak mengonsumsi obat kesuburan.

Selama 30 tahun obat kesuburan telah digunakan secara aman, dan beberapa di antaranya berhasil mendukung kehamilan. Tentu saja obat ini harus diberikan dalam pengawasan dokter. American Society of Reproductive Medicine beberapa waktu lalu dengan tegas menolak adanya hubungan obat kesuburan dengan kanker ovarium.

2. Menyebabkan Cacat Lahir

Mitos: Obat kesuburan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.

Fakta: Dalam beberapa penelitian, klaim semacam itu tidak pernah dibenarkan. Bukti yang ada menjelaskan bahwa terapi kesuburan apapun tidak berhubungan dengan meningkatnya kejadian cacat lahir.

Meski begitu memang angka rata-rata keguguran terjadi sedikit peningkatan setelah menggunakan obat perangsnag kesuburan. Risiko keguguran ini meningkat jika Anda berovulasi di akhir siklus. Perempuan dengan sindrom ovarium polikistik ditengarai memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi.

3. Memiliki Kehamilan Kembar

Mitos: Obat kesuburan menjamin seorang perempuan memiliki kehamilan kembar.

Fakta: 2-10 Persen kemungkinan mendapat kehamilan kembar dua terjadi dengan pengobatan clomiphene. Sedangkan jika pengobatan dilakukan dengan suntikan gonadotropin, kemungkinan mendapatkan bayi kembar dua 20-25 persen dan kemungkinan mendapatkan bayi kembar tiga sekitar 5 persen.

4. Berbahaya

Mitos: Obat kesuburan berbahaya.

Fakta: Clomiphene jarang menyebabkan terbentuknya kista dan secara virtual tidak pernah menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium. Di kebanyakan kasus kista yang menimbulkan rasa nyeri, biasanya terjadi di bulan kedua pemberian clomiphene dan melibatkan rangsangan terhadap kista yang memang sudah ada sebelumnya.

Karena itu sebelum memulai pengobatan dengan clomiphene, harus ada pemeriksaan terlebih dahulu. Obat-obatan yang disuntikkan dapat menyebabkan pembentukan kista, namun sulit ditentukan siapa yang bisa mengalami masalah ini. Jadi bila Anda mengonsumsi obat kesuburan lalu terjadi pertambahan berat badan secara drastis atau timbul nyeri, segera konsultasikan pada dokter.

5. Mahal

Mitos: Obat kesuburan luar biasa mahal

Fakta: Tergantung pada obat apa yang dikonsumsi, namun bisa jadi hal ini benar. Saat buku 'Making A Baby'dicetak tahun 2000, disebutkan clomiphene yang banyak diresepkan harganya sekitar 30-150 setiap siklus. Sedangkan obat yang disuntikkan biayanya 500-2.000 dollar setiap siklus dengan rata-rata keberhasilan 10-40 persen.

6. Semakin Banyak Semakin Baik

Mitos: Semakin banyak mengonsumsi clomiphene maka semakin baik hasilnya.

Fakta: Setelah seseorang berovulasi, meningkatkan dosis clomiphene tidak akan memperbesar peluang kehamilan. Umumnya kehamilan terjadi di 3 siklus pertama. Biasanya tidak ada alasan memakai clomiphene di lebih dari 6 siklus.

7. Pakai Pil Kontrasepsi di Masa Lalu Bikin Sulit Hamil

Mitos: Pemakaian pil kontrasepsi di masa lalu untuk menunda kehamilan dapat mengurangi peluang untuk hamil.

Fakta: Ketidaksuburan atau masalah ovulasi tidak ada hubungannya dengan pemakaian pil kontrasepsi di masa lalu. Namun faktanya pil ini dapat melindungi perempuan dari berbagai masalah seperti mengurangi kejadian PMS, kanker ovarium, fibroid pada rahim, dan kista ovarium.

Siang-siang Kok Ngantuk? Bisa Jadi karena Kurang Vitamin D


Jakarta,Habis makan siang, rasa mengantuk sering muncul tanpa permisi. Sebagian orang bahkan sulit menahan rasa kantuknya sehingga diberi sebutan ngantukan. Penyebabnya bukan karena watak ataupun kebiasaan, tetapi bisa karena kekurangan vitamin D.
    Sebuah penelitian yang dimuat Journal of Clinical Sleep Medicine mengamati 81 orang pasien klinik tidur yang didiagnosis dengan gangguan tidur. Sebagian besar pasien mengalami apnea tidur obstruktif, yaitu kelainan yang ditandai dengan penurunan bahkan penghentian napas selama tidur.

    Para peserta juga diukur tingkat kantuknya di siang hari dan diambil sampel darahnya untuk diukur kadar vitamin D-nya. Pada pasien yang memiliki kadar vitamin D normal, semakin tinggi rasa kantuk di siang hari berkaitan dengan rendahnya kadar vitamin D. Pada pasien yang kekurangan vitamin D, pengaruh vitamin D dan rasa kantuk di siang hari hanya terlihat pada pasien berkulit hitam. Pada pasien berkulit hitam, tingginya kadar vitamin D justru berkaitan dengan tingginya rasa kantuk di siang hari.
  "Kami menemukan ada hubungan yang signifikan antara vitamin D dan rasa mengantuk. Hubungan ini tampaknya lebih kompleks dari yang kita duga sebelumnya," kata peneliti, Dr David McCarty seperti dilansir Health Day, Selasa (18/12/2012).
    Menurut para peneliti, ras mempengaruhi kadar vitamin D karena kulit yang lebih gelap merupakan salah satu faktor risiko penyebab rendahnya kadar vitamin D. Tubuh membuat vitamin D saat kulit terkena sinar matahari secara langsung. Pigmen tubuh yang banyak pada orang berkulit gelap dapat menjadi penghalang sinar matahari.  Walau penelitian ini menemukan adanya hubungan antara kadar vitamin D dan kecenderungan mengantuk di siang hari, peneliti tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat. Artinya, kadar vitamin D bukanlah penyebab langsung seseorang menjadi gampang mengantuk di siang hari.
Jumat, 14 Desember 2012

7 Penyakit Paling Mematikan di Dunia


7 Penyakit Paling Mematikan di Dunia

27NOV
1.Kanker
Tembakau menjadi pemicu peningkatan resiko kanker terbesar terutama di negara berkembang, seperti Cina dan India. Kedua negara ini 40 persen penduduknya adalah perokok. Di Indonesia ancaman akibat rokok juga sangat besar karena semakin banyaknya orang merokok dan begitu banyaknya produsen rokok di negara ini. Jumlah perokok di Indonesia menempati peringkat pertama di kawasan ASEAN, yakni 46,16 persen dari perkiraan total jumlah perokok di kawasan ini pada tahun 2007 sebanyak 125, 8 juta orang.
Kanker merupakan penyebab utama kedua kematian orang dewasa di belahan Barat, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak-anak akibat penyakit yang berumur antara 1 hingga 14 tahun. Meskipun demikian, penyakit ini jarang menyerang orang muda. Di Inggris Raya, kanker menyerang kira-kira 1 dari antara 650 anak-anak.
Kanker yang paling banyak menimbulkan korban di Eropa dan Amerika Serikat adalah kanker paru-paru, usus besar (kolorektal), payudara, prostat, dan perut. Jika digabungkan, setengah dari seluruh jumlah kematian akibat kanker disebabkan kanker jenis ini. Mereka sekaligus, bersama-sama dengan kanker kulit, merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang manusia. Kanker kulit adalah kanker pertama atau kedua yang paling umum di banyak negara Barat seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris Raya.

2.Jantung
Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah istilah bagi serangkaian gangguan yang menyerang jantung dan pembukuh darah, termasuk penyakit jantung koroner (CHD), penyakit serebrovaskular, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit vaskular perifer (PVD).
Definisi CVD juga menyangkut penyakit lain seperti rheumatic heart disease (kerusakan jantung akibat rematik) dan penyakit jantung congenital (kerusakan bentuk struktur jantung sejak lahir). CVD berhubungan dengan kondisi seperti serangan jantung (MI), angina dan stroke.
Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Apabila oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh, akibatnya orang tersebut akan meninggal.
Diperkirakan 17 juta orang meninggal setiap tahun akibat CVD. Satu kematian terjadi akibat CVD setiap dua detik, satu orang meninggal dalam setiap lima detik akibat serangan jantung. Dari 17,5 juta kematian akibat CVD yang terjadi pada tahun 2005, sekitar 7,6 juta diantaranya terjadi karena penyakit jantung koroner dan 5,7 juta karena stroke.
3.AIDS
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga khusus untuk menanggulangi AIDS dari PBB (UNAIDS), melaporkan estimasi jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh dunia pada tahun 1990 adalah 7,8 juta dan pada akhir Desember 2007 mencapai 33,2 juta, dimana 90% berasal dari negara berkembang. Estimasi jumlah kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS mencapai 2,1 juta orang, dimana 76% terjadi di wilayah Sub Sahara Afrika yang merupakan penyebab kematian utama di wilayah tersebut. Sedangkan jumlah infeksi baru HIV/AIDS adalah 2,5 juta dan 68% terjadi di Sub Sahara Afrika.
Benua Asia diindikasikan memiliki laju infeksi HIV tertinggi di dunia, sedangkan Afrika tengah mengalami perluasan dampak buruk HIV/AIDS di berbagai sektor pembangunan ( Beni, 2004). Prevalensi HIV tertinggi terdapat di wilayah Asia Tenggara dengan tren epidemik yang bervariasi di setiap negara. Tren epidemik di Kamboja, Myanmar dan Thailand menunjukkan penurunan, sedangkan di Indonesia dan Vietnam malah semakin meningkat. Secara keseluruhan estimasi jumlah orang yang mengidap HIV/ AIDS pada akhir 2007 di Asia adalah 4,9 juta orang, termasuk 440.000 orang yang merupakan kasus baru dan mencapai 300.000 orang meninggal karena AIDS
4.Diabetes
Bisa dimaklumi jika banyak orang khawatir dengan penyakit Diabetes. Karena penyakit tersebut telah menjadi penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia. WHO melaporkan, jumlah kematian akibat penyakit tersebut di seluruh dunia adalah 3,2 juta orang per tahun. Itu artinya, setiap menit, 6 orang meninggal dunia akibat diabetes.
Diabetes melitus adalah kondisi ketika tubuh tak bisa mengendalikan kadar gula dalam darah (glukosa), yang normalnya 60-120 mg/dl. Glukosa merupakan hasil penyerapan makanan oleh tubuh, yang kemudian menjadi sumber energi. Tapi, pada penderita DM, kadar glukosa ini terus meningkat sehingga terjadi penumpukan.
Penyakit diabetes melitus (DM) atau akrab disebut kencing manis khususnya tipe 2 yang bukan faktor keturunan kini tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Ironisnya lagi, diabetes pada anak sulit dideteksi, sehingga tidak bisa dicegah sejak dini.
Tingginya jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia diakibatkan pola makan orang Indonesia yang terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.
5.TBC(Tuberculosis)
Tuberculosis disebabkan oleh bakteri bernama mycobacterium tuberculosis. Gejala-gejala penderita TB diantaranya batuk-batuk, sakit dada, nafas pendek, hilang nafsu makan, berat badan turun, demam, kedinginan, dan kelelahan. Objek TB biasanya anak-anak dan orang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya.Transmisi bakteri tuberculosis biasanya melalui inhalasi, misalnya penularan dengan dahak penderita TB, dan lewat kulit. Beberapa diagnosa kasus TB diantaranya tes tuberculin di kulit, identifikasi bakteria di sputum (dahak), dan rontgen paru-paru.
Micobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi HIV/AIDS di dunia jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO). WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk penyakit TB pada tahun 1993 karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB.
6.VectorBorne
Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan lalat (vector borne) yaitu Malaria, telah membunuh lebih dari 1.2 juta orang, kebanyakan pada anak-anak di Afrika dibawah umur 5 tahun. Kemudian DBD (Demam Berdarah Dengue) menjadi penyakit yang tercepat pertumbuhannya di dunia,
Jumlah kematian akibat demam berdarah di Indonesia sudah melebihi 400 orang dan berjangkit di hampir semua propinsi. Sedangkan lebih dari 28.000 orang terkena penyakit itu. Demikian dikemukakan jurubicara Departemen Kesehatan, Mariani Reksoprojo. Pemerintah menyediakan dana 50 milyar Rupiah untuk menanggulangi penyakit tsb. Demam berdarah timbul pada setiap musim hujan
Sistem irigasi dan buruknya sanitasi, suplai air, kondisi rumah dan penanganan sampah, penebangan hutan dan hilangnya biodiversity, menjadi pemicu utama.

7.Hepatitis
Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.
Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.
Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.
Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=388669283

7 Penyakit Mematikan Yang Belum Ditemukan Obatnya

1. AIDS
Nama aslinya Acquired Immune Deficiency Syndrome alias turunnya kemampuan imun tubuh. Sehingga tubuh akan lemah dengan segala jenis penyakit ringan. Sejak dua puluh lima tahun sejak pertama kali diidentifikasi, masih belum ditemukan obat untuk penyakit ini. 



Sahabat Botolers, penyakit AIDS pada saat ini masih duduk sebagai pembunuh manusia yang paling ampuh, terutama di negara-negara berkembang. Penyakit ini diduga dimulai dari simpanse dan melompat ke manusia. Antar manusia menular melalui hubungan seks dan penggunaan jarum secara bergantian.

2. Flu Burung
Wah pasti nama ini sudah familiar bagi kita ya, Manusia tidak memiliki kekebalan terhadap virus flu yang kuat dibawa oleh unggas. Usai tertular dari burung, virus ini dapat menular antar manusia. Tingkat kematian untuk terinfeksi manusia adalah sekitar 50 persen. 

3. Pica



Mungkin sebagian orang (termasuk gue, hehe) belum tau penyakit ini. Tapi penyakit ini sangat berbahaya lho. Orang yang didiagnosis dengan Pica memiliki dorongan tak terpuaskan untuk makan zat non-makanan seperti kotoran, lem kertas, dan tanah liat atau yang lainnya. Meskipun diyakini dihubungkan dengan kekurangan mineral, pakar kesehatan tidak menemukan penyebab pasti dan obat untuk gangguan aneh ini.

4. Gangguan autoimun
Sebuah istilah untuk sejumlah penderitaan termasuk penyakit Lupus atau Arthithis Rhematoid. Pada penderita gangguan autoimun, imun tubuh justru mendeteksi organ-organ tubuh sebagai musuh, sehingga organ organ tubuh malah diserang. Maka organ tubuh jadi lemah bahkan rusak. Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya, dan dokter hanya bisa mengurangi gejalanya dengan cara tertentu.

5. Skizofrenia



Para ahli menganggap penyakit ini paling membingungkan dari jenis gangguan mental dan pikiran. Penderita biasanya tak mampu untuk secara logis membedakan antara realitas dan fantasi. Gejalanya mulai liar, delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, kurangnya motivasi atau emosi.

6. Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Penyakit ini adalah versi dari gangguan otak langka, yang lebih dikenal "Mad Cow" atau sapi gila. Penyakit ini diduga berasal dari konsumsi daging sapi yang terkontaminasi. Pada penyakit ini reaksinya cepat. Kalangan medis belum mengetahui sebab utamanya dan belum bisa mencegah.

7. Penyakit Morgellons
Penyakit Morgellons ini merupakan penyakit kulit. Gejalanya mirip dalam film fiksi. Penderita mengeluh kulit rasanya seperti tersengat, ruam atau seperti luka. Penyakit ini hampir sama seperti penyakit kusta. Gejalanya tumbuh bintik bintik dan gatal serta serat aneh. Beberapa di komunitas medis menyalahkan penyakit ini terkait pada delusi psikotik, tetapi yang lain mengatakan gejala yang sangat nyata. Tak diketahui penyebabnya, apalagi obatnya. 

Sumber: www.zootodays.blogspot.com

3 Bakteri Terganas Di Dunia


Si 3 makhluk super kecil ini ternyata sangat berbahaya, bisa mematikan Anda secara diam-diam tanpa dapat ketahui seperti hantu yang ada dibelakang Anda. Seperti yang dilansir oleh situs wikipedia, bakteri merupakan kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Bakteri bak seperti manusia ada yang baik dan ada yang jahat. Bakteri yang baik merupakan bakteri yang banyak membantu dalam melawan penyakit dibidang pengobatan juga ada yang memanfaatkannya dibidang pangan dan industri, sedangkan bakteri jahat adalah bakteri yang menyerang sesama makhluk seperti manusia atau pun hewan lain.
Pada dasarnya Tuhan menciptakan bakteri terganas ini untuk mengingatkan kita bahwa Ia adalah pencipta yang sempurna dan kita harus tunduk kepada-Nya. Ketiga Bakteri ini mungkin ada disekitar Anda atau bahkan ada di tangan Anda, kaki Anda, tetapi semoga tidak ada ya…
Berikut 3 Bakteri Terganas Di Dunia yang perlu Anda ketahui :

  1. Yersinia pestis. Diduga sebagai penyebab wabah black death yang terjadi pada abad ke-14. Pada tahun 1347-1351, wabah tersebut membunuh 75 juta orang di seluruh dunia, termasuk sepertiga penduduk Eropa pada saat itu. Ada dua bentuk wabah yang disebabkan oleh penyakit ini, tipe bubonic dan pneumonic.
    Pada tipe bubonic, bakteri menyebabkan pembengkakan di bagian ketiak, leher dan selankangan. Pembengkakan tersebut akan pecah dan mengeluarkan darah dan nanah. Pembuluh darah yang bocor menyebabkan darah mengalir dibawah kulit sehingga kulit terlihat menghitam. Oleh sebab itulah penyakit ini disebut black death (kematian hitam). Setidaknya separuh dari jumlah korban meninggal dalam waktu seminggu. Pada tipe pneumonic, penderita akan terus berkeringat dan batuk darah hingga darah memenuhi paru-paru mereka. Hampir tidak ada korban selamat dalam wabah itu. (Disarikan dari Microbe World)
  2. Necatoriasis fasciitis. Ini yang terganas!! karena dapat memangsa daging manusia seperti kanibal.
    Kasus terbaru infeksi bakteri yang memakan daging ini berpotensi merenggut nyawa. Dua kasus baru Necatoriasis fasciitis telah menimpa Georgia, Amerika Serikat. Kasus lain terjadi di Allegheny County, Pennsylvania, AS.Paul Bales diamputasi setelah serangan bakteri berbahaya itu menginfeksi kakinya hingga harus dipotong. Dia terkena infeksi ketika memindahkan bagian dok di Danau Sinclair, Georgia, AS. Bales menutup lukanya dengan perban tanpa mencari bantuan medis hingga 5 Mei.Seminggu kemudian, dia dipindahkan dari Pusat Medis di Georgia. Potensi yang sama mengantar korban seorang pria dari Georgia lagi ke rumah sakit.
    Bobby Vaughn, 33 tahun, jatuh sakit setelah mengalami luka saat memotong  gulma. Luka kecil inilah yang mengantar Vaugh mengunjungi rumah sakit pada 4 Mei, rumah sakit yang sama dengan korban awal Aimee Copleland. Pelajar ini dirawat karena Necatoriasis fasciitis seminggu sebelumnya ketika Vaughn dikonfirmasi menjadi penderita ketiga.Dokter bedah di RS Augusta sedang dalam proses membangun kembali pangkal paha Vaughn setelah membuang 2 pon jaringan dalam upaya melawan penyakit. Dia kini telah menjalani enam operasi dan harus siap menghadapi lebih banyak operasi lagi mendatang.
  3. Bakteri Kapal Titanic. Ini yang unik dan ganas apabila menyerang manusia.Kisah kapal yang bangkainya yang kini terbaring di dasar Laut Atlantik terus mempesona dan menginspirasi banyak orang.Termasuk romantisme Jack dan Rose dalam film Hollywood berjudul ‘Titanic’.Namun, siapa sangka eksistensi bangkai Titanic sedang terancam, gara-gara bakteri.
    Para peneliti di Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Kanada telah meneliti bakteri yang menggerogoti Titanic. Itu adalah bakteri pemakan karat.
    Mikroba yang tidak pernah dijumpai sebelumnya ini tampak di bangkai kapal RMS Titanic. Bakteri itu ditemukan di struktur keropos yang halus dari besi berkarat.
    Menggunakan teknologi DNA, ilmuwan Dahousie, Henrietta Mann dan Bhavleen Kaur, serta peneliti dari University of Sevilla, Spanyol mampu mengidentifikasi spesies bakteri baru yang dikumpulkan dari rusticles — formasi karat yang mirip stalaktit dari bangkai Kapal Titanic.
    Bakteri pemakan besi teroksidasi itu bahkan telah diberi nama, Halomonas titanicae.
    Penemuan bakteri ini punya arti penting dalam upaya mengawetkan bangkai kapal ini.
    “Pada 1995, saya memprediksi Titanic bakal bertahan 30 tahun lagi,” kata Henrietta Mann, seperti dimuat situs LiveScience.
    “Tapi, ini jauh lebih buruk. Umurnya mungkin lebih pendek, 15 atau 20 tahun.”
    Bangkai Titanic saat ini ditutupi rusticle yang dibentuk setidaknya oleh 27 bakteri, termasuk Halomonas titanicae.
    Rusticles memiliki pori-pori yang memungkinkan air melewatinya. Melalui proses yang agak rumit, ia akhirnya akan hancur menjadi bubuk. “Ini adalah proses alam, daur ulang besi kembali ke alam,” kata Mann.
    Pasca tenggelam, selama beberapa dekade Titanic menyimpan misteri. Tak ada yang tahu di mana tepatnya lokasi kapal mahsyur itu tenggelam.
    Bangkai Titanic akhirnya ditemukan oleh ekspedisi gabungan Perancis-Amerika Serikat pada tahun 1985. Bangkai Titanic dijumpai berada sedikitnya 3,8 kilometer di bawah permukaan laut di 530 kilometer tenggara Newfoundland, Kanada.
    Dalam 25 tahun sejak penemuannya, bangkai Titanic dengan cepat memburuk.
    Meski nantinya gagal menyelamatkan Titanic, penemuan bakteri ini punya arti yang sangat penting. Salah satunya, mempercepat pelapukan kapal tua dan rig minyak lawas. Di sisi lain, penemuan bakteri ini juga akan membantu para ilmuwan mengembangkan cat atau lapisan pelindung untuk menjaga kapal dari bakteri pemakan karat itu.
   Itulah ke 3 bakteri terganas di dunia,..kita harus sadari bahwa sekuat-kuatnya manusia adalah yang tunduk    kepada Tuhannya karena hanyalah Dia Sang Pemilik Kehidupan..

Cara membersihkan Telinga dengan baik dan benar


Bila si Buyung, yang lagi demam, rewel sambil tangannya terus menarik-narik telinga, Anda boleh curiga kemungkinan telinganya mengalami gangguan. Apalagi kalau demamnya tidak dibarengi dengan gejala lain seperti pilek, batuk, ruam pada kulit atau sakit perut, dan sebagainya.
Infeksi telinga pada anak balita bukan kejadian langka. Gara-garanya bisa karena cara Anda membersihkan telinganya keliru atau memang ada penyebab lain. Membersihkan kotoran telinga sebenarnya cukup sebatas daun telinga saja, tidak perlu sampai ke liang telinga, kata dr. Entjep Hadjar, ahli penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.
Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri. Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali. Demikian mekanisme kerjanya dalam membersihkan telinga secara alami. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.
Yang perlu diperhatikan, bila Anda membersihkan dengan cotton bud jangan sampai ke liang telinga. Kalau sampai ke liang telinga, sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras. Di sinilah seseorang akan mendapat masalah karena bagian dalam telinga terasa gatal. Kalau dikorek-korek sendiri, dengan korek kuping misalnya, bisa mengakibatkan luka kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau bahkan terjadi infeksi sampai bernanah (otitis media) alias congek, tambah dr. Hadjar. Kasus gangguan telinga pada balita lantaran cara membersihkan telinga yang salah ini cukup banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini sering menimbulkan demam.
Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, harus segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol gliserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut. Kotoran yang sudah pecah disemprot atau dikorek keluar. Infeksi yang barangkali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotika.
Di samping bisa mengakibatkan infeksi, kotoran membatu tadi akan menyebabkan telinga terasa sakit atau agak tuli sehabis berenang. Sebab air yang masuk akan terhalang keluar. Bahkan, kalau lubang telinga yang tersumbat hanya sebelah, bisa mengakibatkan pusing atau vertigo (berputar), terutama bila Anda berenang di air dingin.
Gangguan pada telinga yang tersumbat kotoran bisa juga muncul saat naik pesawat udara. Pasalnya, udara yang masuk pada saat tekanan tinggi tidak dapat keluar dengan leluasa. Akibatnya telinga akan terasa sakit bahkan yang paling mengkhawatirkan kalau sampai gendang telinga pecah. Nah, pembagian permen yang biasa dilakukan oleh para pramugari di atas pesawat sebelum lepas landas itu secara tak langsung sebenarnya berguna untuk kesehatan telinga kita. Mengunyah sesuatu atau mengulum permen bisa menyeimbangkan udara yang masuk melalui telinga, agar udara tidak terkunci di dalam.
Pilek dan gangguan telinga
Penyakit pilek pun ada kalanya mengganggu telinga karena lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung (tuba eustachius) mengalami peradangan atau bahkan mampet. Bila kita merencanakan naik pesawat udara atau berenang pada saat menderita pilek berat, sebaiknya terlebih dulu ke dokter untuk mendapatkan obat tetes atau yang dapat menanggulangi peradangan tersebut. Para penyelam dianjurkan tidak menyelam saat menderita pilek, sebab tekanan air yang besar sangat membutuhkan kelonggaran masuk-keluarnya udara melalui tuba. Kalau tuba eustachius-nya sedang mengalami peradangan tentu udara akan terhalang dan bisa mengakibatkan pecahnya gendang telinga. Atau paling tidak, kita mendapat serangan sakit telinga atau vertigo karena udara terkurung di dalam. Di lain pihak, penyakit pilek yang tak kunjung sembuh pada anak bisa menyebabkan infeksi telinga tengah apalagi kalau bagian tersebut penuh dengan tumpukan kotoran atau cairan.

Gangguan lain pada telinga bisa juga diakibatkan masuknya benda asing ke dalam saluran pendengaran. Anak kecil banyak yang suka memasukkan biji-bijian ke dalam telinga. Benda keras yang masuk ini berbahaya kalau tidak segera diambil sebab dapat mendesak gendang telinga atau bergesernya kedudukan tulang pendengaran.
Ada lagi sejenis virus yang dapat menyerang saraf pendengaran. Serangan penyakit virus ini bisa menyebabkan kesakitan pada telinga akibat berkurangnya darah yang mengalir pada alat pendengaran. Penyakit sejenis ini disebut tuli mendadak.
Trauma polusi suara
Telinga terdiri dari 3 bagian yakni bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian luar dan tengah berperan penting dalam pengumpulan serta pengiriman suara. Sedangkan telinga bagian dalam memiliki mekanisme agar tubuh tetap seimbang dan bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Melalui lubang telinga, suara yang masuk akan menggetarkan selaput kaca pendengaran dalam rongga telinga. Getaran ini akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran sampai ke tulang sanggurdi. Cairan dalam rumah siput (cochlea) pun ikut bergetar. Gerakan cairan ini membuat sel-sel rambut terangsang. Rangsangan inilah yang ditangkap saraf pendengaran yang akhirnya diteruskan ke otak. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20 20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).
Bunyi di atas itu kalau terus menerus dan dipaksakan bisa merusak pendengaran karena bisa mematikan fungsi sel-sel rambut dalam sistem pendengaran. Gejala awal seringkali tidak dirasakan kecuali telinga berdengung, kemudian diikuti oleh menurunnya pendengaran. Trauma suara banyak dialami oleh para pekerja pabrik, kata dr. Hadjar pula. Menurut ahli THT ini kebisingan pabrik akan aman selama masih di bawah 80 dB. Namun kalau naik 3 dB saja, seseorang sebaiknya beristirahat sejenak setelah bekerja 4 jam, apalagi kalau suara mesinnya kasar dan membosankan. Atau, bila perlu mengenakan penutup telinga. Kebisingan suara di jalan yang setiap hari didengar oleh para sopir bus pun bisa berdampak negatif terhadap pendengaran sang sopir.
Sebaliknya suara musik walaupun keras, kebanyakan masih bisa ditoleransi oleh telinga lantaran terasa enak didengar. Musik enak malah bisa ikut melonggarkan pembuluh darah telinga, tambah dr. Hadjar, mengacu hasil penelitian penyanyi The Beatles selama 5 tahun.
Namun menurut dr. Hendarta Hendarmin, ahli THT lain dalam Intisari tahun 1991, dari penyelidikan mengenai tingkat bahaya suara musik keras di beberapa diskotek (antara 100 110 dB), musik keras bisa merusak pendengaran seseorang yang setiap hari berada di situ. Apalagi kalau bunyi musik demikian melebihi ambang batas normal yang bisa ditoleransi telinga. Besarnya pengaruh suara terhadap telinga memang banyak tergantung pada intensitas dan jangka waktu mendengarnya, jumlah waktu mendengar, serta kepekaan masing-masing, termasuk usia si pendengar, tambah Hendarmin.
Sebaliknya, musik yang mengalun lembut dan enak didengar seperti klasik, keroncong, seruling, gamelan, malah bisa ikut menyejukkan pikiran serta membantu menghilangkan stres. Bahkan, ada seorang ahli bedah saraf terkenal yang menyetel kaset gending Jawa agar lebih tenang dan tidak terburu-buru selagi membedah pasien.
Bahaya tekanan darah tinggi
Para penderita penyakit darah tinggi, di mana sel-sel pembuluh darah sekitar telinga ikut tegang dan mengeras, juga harus selalu memperhatikan kesehatan telinganya. Sebab, berkurangnya oksigen yang masuk lebih memudahkan sel-sel pendengaran mati. Bila penderita merasakan telinganya sering berdengung segeralah ke dokter sebelum terlambat, saran dr. Hadjar. Bila tiba-tiba pendengarannya menurun, segeralah minta pertolongan dokter sebelum lewat tiga hari.

Pada orang lanjut usia, gangguan pendengaran biasanya disebabkan oleh fungsi organ pendengaran yang menurun atau disebut presbiakusis (sekitar 1,8 -5%) sehingga sulit dicari penyebabnya. Namun, ada hasil penelitian yang menyatakan, kemunduran pendengaran pada para manula pun banyak tergantung dari polusi suara atau bunyi yang didengar sepanjang hidupnya. Artinya, kalau terlalu sering mendengarkan suara-suara bising/keras, proses fisiologis jaringan otot dalam tubuh manusia akan lebih mudah terganggu. Juga tergantung pula dari penyakit degeneratif yang diidapnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan kardiovaskuler, atau obat-obatan tertentu yang diminum secara rutin seperti pil kina untuk penyakit malaria, streptomisin, dll.
Gangguan organ telinga atau pendengaran memang bisa bermacam-macam, disamping yang disebutkan di atas, bisa juga karena faktor keturunan atau bawaan, gangguan gizi, trauma kepala, bisul, jamur, tumor, dll.
Namun dengan gizi yang baik, pemakaian kapas pembersih telinga yang tidak berlebihan atau dipaksakan, pemeriksaan telinga secara rutin paling tidak setiap 1/2 1 tahun sekali oleh ahli THT serta menjaga kebersihan telinga, niscaya kesehatan telinga tetap terpelihara. 

source : Nanny Selamihardja 

Semangat untuk Belajar dan Terus Berdoa

Semangat untuk Belajar dan Terus Berdoa